![]() |
| Home | Agenda | Iklan | Kontak Kami | Polling | Redaksi | WI Lovers | Arsip | Edisi 952 / 10 - 16 Maret / 2008 |
|
MENIKMATI KEINDAHAN BRUSSELS
Belgia bukan sekedar memiliki bandara Zaventem yang megah sebagai tempat transit pesawat dari seluruh dunia, namun juga pusat bertemunya para eksekutif Eropa untuk meeting dan kemudian melanjutkan penerbangan
Dari ata antomium, ANda dapat melihat keindahan kota Brussels
Negara kecil dengan luas 30,528 km persegi dan jumlah penduduk yang hanya 10.100,000 ini, memang sangat strategis di tengah Eropa.
Belgia merupakan negara kerajaan federal yang dipimpin oleh Raja Albert II, dan dikelilingi Perancis, Jerman, Belanda, Luxemburg, serta lautan atlantik. Tak heran karena letaknya yang di tengah tadi itulah, Belgia menjadi lintasan warga Eropa.
Brussels, ibukota Belgia, merupakan salah satu kota di negara ini yang banyak dikunjungi turis. Podang Kenconowati dari Wanita Indonesia, melaporkan dari Brussels, Belgia.
Apa yang paling indah di Belgia? Rasanya sulit diungkapkan. Karena setiap tempat, setiap kota, memiliki keindahan tersendiri. Buat saya, Belgia bukan sekedar negara di Eropa yang bersih, tertib, klasik dan kaya saja, tapi juga sikap Pemerintahnya yang sangat menghargai hak asasi manusia.
Pemerintah Belgia menjunjung tinggi kebebasan beragama sejak tahun 1974. Undang-undang-undang itu menyatakan membebaskan dan melindungi warga untuk memilih agama dan kepercayaan sesuai hati nurani. Sehingga tak heran jika perkembangan Islam di Belgia hingga kini berjalan baik. Bahkan masyarakat Islam dan masyarakat agama lainnya hidup berdampingan dengan rukun. Bahkan pemerintah Belgia juga mendanai pembangunan mesjid dan Islami Center di Belgia. Selain itu Pelajaran agama Islam pun masuk dalam kurikulum sekolah negeri yang diadakan Pemerintah sekitar tahun 1990.
Belgia dihuni oleh 3 sukubangsa. Yang pertama Flandria (Vlamingen) yang berbahasa Belanda (60% dari penduduk), kedua bangsa Walonia (Wallons) yang berbahasa Perancis (35% dari penduduk) dan yang ketiga bangsa Jerman (Deutschen) yang berbahasa Jerman (kurang dari 1% penduduk).
Belgia, dihiasi dengan indahnya warisan bangunan Eropa abad 17. Baik berupa gedung perkantoran, museum, hotel, apartemen, mal, atau gereja. Jalan-jalan menuju apartemen penduduk nyaris selalu terlihat sepi dan teratur. Taman-taman kota nampak bersih dan disiplin serta ketertiban masyarakatnya sangat tinggi.
Banyak hotel yang dapat Anda pilih selama berlibur di Belgia. Dari harga yang 60 euro semalam hingga ratusan euro. Yang pasti Anda akan tetap merasakan kenyamanan meski berjalan sendrian di malam hari.
Hamparan ‘Karpet Bunga’
Brussels, Ibukota Belgia, adalah salah satu kota yang memiliki banyak tempat wisata yang bisa Anda kujungi. Ada banyak museum, monumen, gereja, teater, yang masing-masing memiliki daya tarik tersendiri.
Saat berada di kawasan Rue E Allard, saya memutuskan berkunjung Musee des Instruments de Musique. Museum musik ini terdiri dari empat lantai. Memasuki museum ini kita membeli tiket masuk seharga 5 euro per-orang, dan dipinjamkan sebuah earphone. Dari lantai satu, earphone tersebut sudah bisa dikenakan. Di setiap alat musik yang dipamerkan, tak sampai satu meter kita berdiri, dari earphone akan terdengar bunyi dari alat musik tersebut. Saat melangkah ke alat musik lainnya, maka akan terdengar lagi bunyi alat musik lainnya yang ada di situ. Begitu seterusnya.
Museum ini juga memamerkan beberapa piano dan alat-alat musik bernilai sejarah tinggi. Misalnya saja ada piano yang pernah digunakan pada masa pemerintah Louis XV, juga alat-alat musik kuno yang memiliki nilai sejarah tinggi lainnya. Anda akan dibuat terkagum-kagum dengan alat-alat musik yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya, yang dibuat sekitar tahun 1600 hingga 1800.
Museum ini juga memiliki restauran di lantai paling atas. Sepintas tak ada yang istimewa. Sama seperti restauran pada umumnya, namun saya lihat banyak turis memilih duduk di ujung, dekat kaca. Ternyata dari sana dapat terlihat pemandangan kota Brussels yang cantik. Saya ikutan ingin merasakan atmosfer itu. Dengan secangkir hot chocolate kental dan hangat, keindahan Brussel terasa lengkap.
Tak jauh dari tempat ini terdapat Grand Place, yang merupakan pusat kota di mana terdapat sebuah area luas yang setiap saat diisi beragam aktivitas atau even. Disekelilingnya berdiri bangunan bersejarah yang cantik, yang dibangun pada akhir abad 17. Terdapat City Hall bergaya Gothic Barbizon yang dibangun sekitar tahun 1449, dengan tinggi 89 meter oleh arsitek J. Van Ruysbroeck.
Di musim panas,di area ini akan terhampar ‘karpet’ bunga. Ribuan bunga ditaruh sedemikian rupa hingga jika dilihat dari atas akan membentuk sebuah lukisan indah bak hamparan karpet . Di musim dingin, hamparan karpet bunga itu memang tak ada, namun sebuah pohon Natal besar nampak berada di tengah dengan hiasan indah lampu-lampu. Di malam hari, pemandangan di sekitar Grand Place ini sangat indah.
Di sekitar Grand Place, terdapat Galleries Saint-Hubert. Galeri ini dulunya merupakan gedung perkantoran, namun kini berganti fungsi menjadi mal.. Di dalam gedung klasik ini terdapat toko-toko yang menjual barang-barang bermerk, cokelat, interior, serta restauran. Di area luar galeri, terdapat kawasan restauran yang khusus menyajikan seafood. Belgia dikenal dengan kerang hijaunya dan juga kentang gorengnya yang khas. Tidak heran seluruh restauran menyiapkan menu ini untuk para turis yang ingin mencicipi.
Masih di kawasan yang sama, saya menuju sebuah tempat untuk melihat patung bocah pipis yang terkenal di seluruh dunia, Manneken Piss. Jangan terkejut bila yang Anda jumpai hanya sebuah patung berukuran kecil yang nyaris tak ada istimewanya, namun begitu banyak orang penasaran ingin melihatnya Konon jika Anda berkunjung ke tempat ini,maka di kemudian hari Anda akan kembali lagi ke Brussels. Dan saya telah membuktikannya!
Antomium
Di Brussels terdapat sebuah monumen yang unik sekali bangunannya, namanya Antomium. Bangunan ini merupakan monumen berbentuk atom dan dibangun sekitar tahun 1958. Di sini kerap juga diselenggarakan pameran.
Jika ingin melihat pemandangan keseluruhan kota Brussels, maka Anda dapat nak ke puncak atom yang paling atas. Jika Anda takut akan ketinggian, disarankan tidak mencoba untuk ke atas, karena ada sebuah eskalator yang sangat panjang yang akan membawa Anda ke puncak. Begitu juga sebaliknya. Eskalator ini sangat curam dan bisa membuat Anda kesulitan untuk naik/turun. Begitu juga tangga-tangga di dalam bangunan yang harus dilalui.
Tak jauh dari Antomium, terlihat Mini Europe. Jika tidak sempat berkeliling Eropa, Anda cukup datang ke Mini Europe. Di sini terdapat 350 miniatur tempat-tempat wisata di negara-negara Eropa Barat. Jika tak sempat ke London, Anda bisa berfoto di depan Big Ben atau tak sempat ke Paris, Menara Eiffel pun tersedia. Namun di musim dingin, taman rekreasi ini ditutup.
Masih di area sekitar Antomium, Anda akan melihat bioskop Kinepolis. Bioskop ini konon merupakan yang terbesar di dunia karena memiliki 27 studio di dalamnya.
Dari situ, tak pas rasanya jika tidak mencicipi makanan khas Belgia. Selain kerang hijau, kentang goreng dan cokelat, Belgia juga dikenal dengan waffel cokelat yang super lezat. Konon, masyarakat Belanda, Perancis, atau Jerman, banyak yang datang ke Brussels hanya sekedar untuk mencicipi waffel dan kentang goreng khas Belgia! Ini yang membuat penasaran saya berlipat ganda. Dengan membayar 2 euro Anda akan mendapatkan sebuah wafel ukuran besar yang dilumuri cokelat. Rasanya? Hmmm….luar biasa. Begitu juga dengan kentang goreng. Meski terlihat sama dengan kentang goreng yang saya lihat di restauran manapun di dunia ini, namun entah mengapa rasanya sangat berbeda. Ditambah lagi dengan saus yang dapat dipilih sesuai selera. Dari kari, tomat, thausand island, mayonesine, dan lain-lain.
Sore hari jika ingin sekedar duduk santai, menikmati segelas kopi atau bir, banyak kafe nyaman yang bisa Anda kunjungi. Saya sempat berkunjung ke Kafe Metropole dimana banyak turis datang. Konon, tempat ini salah satu favorit. Nyatanya memang begitu. Lagi-lagi interiornya yang cantik dan pelayanannya yang ramah membuat kafe ini disukai.
Bicara soal bir, Belgia juga dikenal dengan produk birnya. Tak heran ada beberapa kafe yang menyediakan bir produksi sendiri. Penyajiannya pun unik. Di Belgia A la Becasse, sebuah kafe di daerah Rue de Tabora, bir disajikan di tempat berbentuk teko keramik dengan berbagai ukuran. Jangan kaget jika ukuran paling besar, bisa menampung lebih dari 6 liter bir. Jika tidak menyukai bir tradisional seperti itu, Anda bisa menikmati bir modern yang sudah dikemas di dalam botol. Asyiknya pilihan rasa bir dalam botol ini juga bermacam-macam. Dari peach, framboise, strawberry, apel, dan lain-lain. Pody
|
|
|
Tabloid Wanita Indonesia Jl. Tebet Barat Raya No. 52 Jakarta Selatan 12810 Telp. 021-8308737 (hunting) Fax. 021-8293148 email: redaksi@tabloid-wanita-indonesia.com |