Home | Agenda | Iklan | Kontak Kami | Polling | Redaksi | WI Lovers | Arsip Edisi 952 / 10 - 16 Maret / 2008
Berita Aktual
Bintang Anda
Kisah Sejati
Konsultasi
Ibu Anak
Menu Pintar
Sehat
 Puan Metro
 Oleh: Atus
 

Mengasuh Anak dengan Hipnosis

Banyak Orang tua yang memaksakan kehendak pada anak, akibatnya anak bukan menurut justru malah memberontak.

Mengasuh anak bukanlah suatu perkara yang mudah, tapi juga bukan perkara yang sulit. Masa perkembangan anak adalah masa-masa yang membahagiakan sekaligus mendebarkan karena ditangan orang tualah masa depan anak akan tercipta.

Saat ini terapi hipnosis bisa diandalkan untuk membantu mengasuh anak, jika perilaku anak sudah mulai sedikit menyimpang.

“Sekarang Haidar sudah lebih percaya diri di sekolah. Nilai-nilai akademisnya pun semakin membaik dan yang mengherankan bagi saya kini cara dia bersosialisasi dan beradaptasi di sekolahnya sudah sangat baik,” kata Amalia bahagia.
 

Manfaatkan Waktu

Masa kanak-kanak adalah masa dimana orang tua membutuhkan lebih banyak waktu untuk mencurahkan kasih sayang serta perhatian agar anak akan tumbuh secara maksimal baik mental dan spiritual.

Anak adalah harapan masa depan. Karenanya, mereka perlu dipersiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi masyarakat. Untuk itu perlu dipersiapkan sejak dini dengan pengasuhan yang baik.            

“Anakku sebenarnya biasa-biasa saja wajar, normal dan baik tapi semenjak dia pindah sekolah, dia agak kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya, karena itulah dia aku ajak terapi,” kata Amalia.

Amalia sangat menyayangi anaknya hingga sekecil apapun masalah yang dihadapi, ia akan sigap mengambil peran dalam mencari solusinya.

“Aku selalu berusaha yang terbaik untuk anakku. Dan aku selalu menemani dia, sekalipun saat dia punya masalah,” ujar Amalia.

Bukan hanya Amalia yang selalu mendukung dan memegang peranan bagi putra-putri tercinta, begitupun dengan Erna, Cherry, dr. Andri, Tami dan Jovita yang juga mencari solusi masalah anak dengan hipnoparenting.

“Kalau anakku malah dia yang ingin sekali di hipnosis agar semangat belajarnya semakin tinggi, makanya setiap menjelang ujian saya selalu membawa dia untuk terapi,” kata Erna.

“Saya selalu manfaatkan waktu anak sebaik mungkin dan untuk hal-hal yang bermanfaat juga seperti terapi ini juga sangat bermanfaat,” tambah Erna.

Hakikat mengasuh anak adalah proses mendidik agar kepribadian anak dapat berkembang dengan baik, ketika dewasa jadi bertanggung jawab. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan tangguh menghadapi tekanan hidup. Sebaliknya, pola asuh yang salah menjadikan anak rentan terhadap stres, mudah terjerumus pada hal-hal yang negatif seperti tawuran, perilaku seks bebas, cemas, dan depresi.

Mengasuh anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak --jasmani, intelektual, emosional, ketrampilan, norma, dan nilai-nilai. Hakikat mengasuh anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Karenanya, diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia.

Banyak Manfaat

Selain motifasi, terapi hipnosis memiliki banyak keuntungan seperti yang dirasakan oleh anak dari dr. Andri VR Soetarso yaitu Anna Adriani dan Fadhli Rahman.

“Anak-anak sangat senang sekali berolahraga, seperti golf dan berkuda, makanya saya mengikutsertakan mereka untuk berkompetisi secara nasional. Dan syukurlah setelah diterapi mereka jadi lebih termotivasi,” kata dr. Andri.

Bagi Cherry bukan hanya motivasi belajar yang didapatkan dari terapi hipnosis, tapi nilai anak-anaknya pun semakin baik dan jiwanya jadi tenang.

“Anak-anak nilainya jadi bagus karena semangat belajarnya juga bagus. Selain itu ia jadi jauh lebih periang dan bawaannya selalu happy,” kata Cherry dengan senyum menawan.

“Anak saya juga jadi lebih terbuka, dan yang paling penting semangat belajarnya jadi tinggi,” kata Tami.

“Anak saya juga tadinya punya kesulitan belajar hingga tidak naik kelas. Tapi setelah menjalani terapi saya sangat kaget karena kepercayaan dirinya timbul, konsentrasinya mulai tinggi dan tanggung jawab akan sekolah jadi lebih disiplin. Nilainya pun jadi jauh lebih baik, saya bangga sekali,” kata Jovita.

 

Nasehat yang Jadi Nilai

Menurut ahli hipnosis, Dewi Yogo Pratomo biasanya para Ibu secara konvensional akan mengasuh anak dengan cara yang konvensional juga.

“Biasanya kebanyakan Ibu memerintahkan kepada anak-anaknya, seperti ayo kamu harus belajar, harus ini, harus itu. Akibatnya anak bisa saja memberontak karena tidak tertancap dalam bentuk nilai,” kata Dewi.

Karena itulah menurut Dewi, proses hipnosis akan menancapkan nasehat-nasehat dalam bentuk autosugesti ke dalam pikiran agar dicerna dalam bentuk nilai dan norma.

“Dan dengan proses hipnoparenting, setiap nasehat akan tertancap menjadi nilai di dalam otak,” kata Dewi.

“Anak itu biasanya kalau diperintah dengan menggunakan kata harus, maka cenderung anak akan berontak dan jika menggunakan kata jangan, maka cenderung anak jadi penasaran dan melakukan apa yang dilarang,” kata Dewi.

Disinilah menurut Dewi Hipnoparenting berperan penting. Karena dengan hipnoparenting, anak bisa dibentuk sesuai dengan keinginan.

“Yang pemurung jadi ceria. Yang masih ngompol bisa jadi tidak ngompol lagi, yang malas belajar jadi rajin belajar, bahkan yang tadinya menutup diri bisa jadi lebih terbuka dan open minded,” terang Dewi.

“Ia bisa jadi pribadi yang berbeda. Ada orang tua yang membawa anaknya. Anaknya suka berbohong, suka mengompol, ternyata dengan hipnosis sangat efektif untuk menyembuhkannya,” tambah Dewi.

Dewi juga menjelaskan bahwa anak-anak itu memiliki posisi strategis karena masalah anak itu tidak berdiri sendiri. Masalah anak itu terjadi karena ada sebab akibat dan masalahnya biasanya datang dari keluarga, lingkungan dan sekitarnya.

“Masalah anak itu tidak timbul karena dirinya sendiri, ada faktor lain yang bisa terjadi yaitu dari lingkungan kecil seperti keluarga dan dari lingkungan sekitar,” kata Dewi.

Proses hipnosis seorang anak harus dalam keadaan tenang. Selain itu juga harus jeli dalam prakteknya.

“Hindari kata-kata jangan, hindari kata harus. Dan gunakan bahasa yang ringan dan mudah dicerna,” kata Dewi yang selalu tersenyum.

 

Pengaruh Perkembangan Anak

1.      Faktor Bawaan

Sifat yang dibawa anak sejak lahir seperti penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, cerdas, atau tidak cerdas. Keadaan fisik seperti warna kulit, bentuk hidung, sampai rambut. Faktor bawaan merupakan warisan dari sifat ibu/bapak atau pengaruh sewaktu anak berada dalam kandungan, misalnya pengaruh gizi, penyakit, dll. Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat atau melemahkan pengaruh dari lingkungan. Tidak dapat dibandingkan anak yang satu dengan yang lain tanpa memperhitungkan faktor ini.

2.      Faktor Lingkungan

Faktor dari luar diri anak yang mempengaruhi proses perkembangan anak. Meliputi suasana dan cara pendidikan lingkungan tertentu, lingkungan rumah atau keluarganya, dan hal lain seperti sarana dan prasarana yang tersedia misalnya alat bermain atau lapangan bermain. Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak yang dapat menghambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Pengaruh yang sangat besar dan sangat menentukan dirinya nanti sebagai orang dewasa adalah ketika anak berusia di bawah 6 tahun, sehingga lingkungan keluarga sangat perlu diperhatikan.

 

< Muka


WI Edisi 953

Beredar:
Kamis, 13 Maret 2008


 

 

cermin
keluarga
puanmetro
wisata

Tabloid Wanita Indonesia
Jl. Tebet Barat Raya No. 52 Jakarta Selatan 12810
Telp. 021-8308737 (hunting) Fax. 021-8293148
email:
redaksi@tabloid-wanita-indonesia.com